Pada dua kali pertemuan filsafat yang
terakhir, perkuliahan dilaksanakan dengan merefleksikan hidup, lebih tepatnya
mendengarkan refleksi dari Pak prof Marsigit yang baru saja dilantik sebagai
Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
Pesan pertama yang disampaikan Pak Prof
adalah “ojo nggege mangsa” atau “jangan mendahului kehendak Tuhan”. Dalam menjalani
hidup, kita tidak boleh mendahului kehendak Tuhan, biarkanlah semuanya mengalir
sesuai alur yang telah dituliskan oleh Tuhan. Memang sebagai manusia kita boleh
bermimpi setinggi-tingginya, boleh menggantungkan cita-cita setinggi langit,
namun kita tetap tidak boleh sombong. Cita-cita adalah harapan, ketika kita
mengharapkan sesuatu bisa jadi kita akan mendapatkan sesuatu tersebut sesuai
dengan keinginan kita, namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa bida jadi apa
yang kita harapkan tidak pernah kita dapatkan. Inilah mengapa kita tidak boleh
mendahului kehendak Tuhan. Karena ketika kita mendahului kehendak Tuhan maka
sebenarnya kita telah berlaku sombong. Sedangkan sombong itu adalah sifat yang
dibenci oleh Allah SWT.
Pesan kedua, jangan pernah membenci orang
lain, atau membenci sesuatu yang baik pada diri orang lain. Karena ketika kita
membenci seseorang , semua keberkahan akan turun dan diberikan kepada orang
yang kita benci. Kita juga harus selalu berkata yang baik, jangan pernah
berkata jelek apalagi sampai menyakiti orang lain. Dan kita harus selalu
bersilaturrahmi dengan orang lain karena dengan bersilaturrahmi akan membukakan
pintu rezeki, melunturkan dosa dan memperpanjang umur kita. Kita juga hendaknya
selalu menjadi manusia yang bersyukur, karena tanpa bersyukur runtuhlah hidup
kita.
Selain pesan tersebut, perkuliahan kali ini
diisi dengan penjelasan mengenai syarat-syarat untuk wisuda nantinya, yaitu
terkait dengan jurnal internasional dan timeline selama kuliah di pascasarjana
ini. Untuk jurnal internasional yang dijelaskan Pak Prof adalah tentang
kiat-kiat agar artikel kita bisa menembus jurnal internasional, diantaranya
keterbacaan harus jelas, referensi harus yang kompeten, penelitian di artikel
kita harus fokus, coaching clinic. Untuk bisa membuat artikel dengan
kualifikasi tersebut harus dengan bantuan dosen pembimbing (calon). Untuk timelinenya
seharusnya di semester pertama ini mahasisiwa sudah memiliki judul tesis
sehingga di semester 2 sudah bisa memulai pra-research sehingga memperoleh data
yang bisa digunakan untuk membuat artikel sehingga bisa menerbitkan jurnal pada
semester ketiga.
Dari semua hal yang disampaikan oleh Pak
Prof, saya memahami bahwa hidup itu harus dijalani dengan baik, penuh keikhlasan,
dan sesuai dengan takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Kita tidak boleh
sombong dengan mendahului kehendak tuhan, namunkita tetap harus selalu
bercita-cita setinggi langit. Menjadikan pikiran menjadi kenyataan lebih mudah
jika kita memiliki power. Power sebenar-benarnya power adalah Allah SWT, agar
kita bisa mendapatkannya maka kita harus senantiasa bersyukur atar apa
yangtelah diberikan dan senantiasa terus menerus berdoa jangan sampai putus. Di
akhir perkuliahan kami Mahasiswa Pascasarjana P.Matematika Kelas A juga
menyempatkan berfoto dengan Bapak Prof Marsigit.


