Perkuliahan filsafat ilmu berjalan seperti
biasanya, hari selasa pukul 15.30-17.10 di gedung pasca sarjana baru lantai 1. Perkuliahan
kali ini membahas tentang seminar Pak Prof di China. Kali ini Pak Prof
menggunakan media Powerpoint untuk mengajar, tidak seperti biasanya yang diisi
dengan kuis-kuis untuk merefleksikan diri.
Powerpoint yang ditampilkan oleh Pak Prof
berisi tentang hermenitika. Hermenitika merupakan metode berfilsafat yang
bersifat membangun dan mengembang, berbeda dengan saintifik yang meruncing dan
mengerucut. Proses berhermenitika itu dari yang paling sederhana menuju ke yang
paling kompleks. Hermenitika digambarkan dengan gunung es dimana hubungan ke
atas itu menuju ke spiritual sedangkan jika kebawah itu menuju pada psikologi
yang berupa interaksi. Aries Toteles menyampaikan bahwa ilmu haruslah dibangun
dari pengalaman atau kenyataan. Didalam gunung es sebagai gambaran dari
hermenitika, pengalaman dan kenyataan berada di bagian paling dasar yaitu
mathematics world orientation. Pengalaman ini berhubungan dengan fenomena,
dimana ketika manusia siap menghadapi fenomena, maka akan menjadikan pengalaman
yang bermakna, menjadi berkah, sebaliknya jika manusia tidak siap dengan
fenomena yang terjadi pada dirinya, maka fenomena itu akan menjadi bencana bagi
si penerima. Karena sesungguhnya manusia tidak mengetahui apapun. Karena hal
inilah manusia diharuskan untuk belajar dan menuntut ilmu agar bisa membedakan.
Meski demikian, terkadang manusia masih belum memahami meskipun sudah belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar