Senin, 01 Januari 2018

Refleksi perkuliahan filsafat terakhir


Pada dua kali pertemuan filsafat yang terakhir, perkuliahan dilaksanakan dengan merefleksikan hidup, lebih tepatnya mendengarkan refleksi dari Pak prof Marsigit yang baru saja dilantik sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta.
Pesan pertama yang disampaikan Pak Prof adalah “ojo nggege mangsa” atau “jangan mendahului kehendak Tuhan”. Dalam menjalani hidup, kita tidak boleh mendahului kehendak Tuhan, biarkanlah semuanya mengalir sesuai alur yang telah dituliskan oleh Tuhan. Memang sebagai manusia kita boleh bermimpi setinggi-tingginya, boleh menggantungkan cita-cita setinggi langit, namun kita tetap tidak boleh sombong. Cita-cita adalah harapan, ketika kita mengharapkan sesuatu bisa jadi kita akan mendapatkan sesuatu tersebut sesuai dengan keinginan kita, namun tidak bisa dipungkiri juga bahwa bida jadi apa yang kita harapkan tidak pernah kita dapatkan. Inilah mengapa kita tidak boleh mendahului kehendak Tuhan. Karena ketika kita mendahului kehendak Tuhan maka sebenarnya kita telah berlaku sombong. Sedangkan sombong itu adalah sifat yang dibenci oleh Allah SWT.
Pesan kedua, jangan pernah membenci orang lain, atau membenci sesuatu yang baik pada diri orang lain. Karena ketika kita membenci seseorang , semua keberkahan akan turun dan diberikan kepada orang yang kita benci. Kita juga harus selalu berkata yang baik, jangan pernah berkata jelek apalagi sampai menyakiti orang lain. Dan kita harus selalu bersilaturrahmi dengan orang lain karena dengan bersilaturrahmi akan membukakan pintu rezeki, melunturkan dosa dan memperpanjang umur kita. Kita juga hendaknya selalu menjadi manusia yang bersyukur, karena tanpa bersyukur runtuhlah hidup kita.
Selain pesan tersebut, perkuliahan kali ini diisi dengan penjelasan mengenai syarat-syarat untuk wisuda nantinya, yaitu terkait dengan jurnal internasional dan timeline selama kuliah di pascasarjana ini. Untuk jurnal internasional yang dijelaskan Pak Prof adalah tentang kiat-kiat agar artikel kita bisa menembus jurnal internasional, diantaranya keterbacaan harus jelas, referensi harus yang kompeten, penelitian di artikel kita harus fokus, coaching clinic. Untuk bisa membuat artikel dengan kualifikasi tersebut harus dengan bantuan dosen pembimbing (calon). Untuk timelinenya seharusnya di semester pertama ini mahasisiwa sudah memiliki judul tesis sehingga di semester 2 sudah bisa memulai pra-research sehingga memperoleh data yang bisa digunakan untuk membuat artikel sehingga bisa menerbitkan jurnal pada semester ketiga.

Dari semua hal yang disampaikan oleh Pak Prof, saya memahami bahwa hidup itu harus dijalani dengan baik, penuh keikhlasan, dan sesuai dengan takdir yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Kita tidak boleh sombong dengan mendahului kehendak tuhan, namunkita tetap harus selalu bercita-cita setinggi langit. Menjadikan pikiran menjadi kenyataan lebih mudah jika kita memiliki power. Power sebenar-benarnya power adalah Allah SWT, agar kita bisa mendapatkannya maka kita harus senantiasa bersyukur atar apa yangtelah diberikan dan senantiasa terus menerus berdoa jangan sampai putus. Di akhir perkuliahan kami Mahasiswa Pascasarjana P.Matematika Kelas A juga menyempatkan berfoto dengan Bapak Prof Marsigit.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar