Refleksi Perkuliahan Filsafat - Nonton Wayang
Pada tanggal 24 Novermer
yang lalu, PPs UNY P.Mat kelas A menonton wayang yang berkisah tentang Gugurnya
Rahwana. Kisah gugurnya rahwana ini termasuk salah satu kisah ramayana yang
sangat terkenal di kalangan masyarakat dunia dan Indonesia. Jalinan tentang
kisah cinta yang agung antara Rama, Shinta, dan Rahwana. Di setiap institusi
pendidikan mengajarkan dan menceritakan akan keindahan dari karya sastra yang
luar biasa ini.Tak banyak penikmat sastra yang benar-benar mendalami makna
serta nilai-nilai kehidupan dari kisah Ramayana. Sejauh ini kisah Ramayana selalu
berakhir dengan Rama yang berhasil membunuh raksasa kejam nan keji, Rahwana. Rahwana
merupakan tokoh antagonis dalam kisah Ramayana. Dalam Ramayana, Rahwana selalu
digambarkan dengan perwujudan angkara murka dan dosa-dosa manusia. Kelahirannya
disambut oleh goncangan bumi. Dewa-dewa berusaha mencegah kelahirannya.Namun
siapa yang dapat melawan takdir? Bahkan dewa-dewa pun tak dapat menyelaminya.
Kelahirannya berwujud raksasa diramalkan akan menjadi sebab pergoncangan bumi
yang hebat. Dalam wujudnya yang dasamuka tak banyak yang tahu kesaktiannya
dapat menyamai para dewa. Ilmu para dewa sudah ia tuntaskan dalam kehidupannya.
Dalam kebuasan dan kegarangannya ia hanya jatuh menyerah pada satu wanita
lembut. Shinta. Sosok perwujudan dari angkara murka, namun banyak nilai-nilai
yang dapat diselami. Beberapa sisi lain dari sosok Rahwana.
Meski Rahwana digambarkan sebagai makhluk
raksasa yang mengerikan, bersifat liar, buas dan monster, tetapi Rahwana adalah
sosok yang sakti luar biasa. Ia mempunyai berbagai ilmu dan kesaktian yang
sulit ditaklukan. Darimana datangnya semua ajian itu? Tentu saja dari berguru
pada banyak guru dan raja sakti, salah satunya Bali (yang dibunuh secara curang
oleh Rama). Pertanyaan yang menggelitik, jika demikian tentunya Rahwana adalah
seorang sarjana yang bukan hanya pandai belajar ilmu peperangan namun juga
mempunyai pendalaman atas ilmu-ilmu sastra dan agama.
Namun bagaimanapun juga, kisah rahwana ini
memberikan kita pelajaran bahwa semua kejahatan didunia ini pasti akan kalah
dengan kebaikkan. Apalagi jika kita berlaku sombong. Dasamuka atau Rahwana
mungkin memiliki kesaktian yang tak dapat ditandingi oleh siapapun, namun
Rahwana tidak pernah bersyukur, dia selalu menyombongkan kekuatannya dan
berlaku seenaknya. Rahwana merupakan gambaran dari sosok Power now yang sering disebutkan dalam perkuliahan filsafat ini. Rahwana
adalah kekuatan yang selalu berkeinginan untuk mendapatkan apa saja yang
diinginkan, menggunakan segala cara, meskipun harus menyakiti orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar