PENGANTAR/PERKENALAN
Berikut merupakan refleksi perkuliahan pertama mata
kuliah Filsafat Ilmu yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. Selasa, 5
September 2017 pukul 15.30 – 17.10 bertempat di gedung pascasarjana baru lantai
6 (I.02.06.1.06).
Pada pertemuan pertama ini acaranya
adalah perkenalan, baik untuk saling mengenal satu dengan yang lain maupun
untuk mengenali filsafat secara umum. Perkuliahan diawali dengan membaca
Al-Fatihah agar ilmu yang dipelajari dapat mudah dipahami dan bermanfaat. Berbicara
mengenai filsafat, filsafat merupakan ilmu yang kajiannya sangat luas dan dalam.
Filsafat mempunyai landasan, landasan filsafat adalah paradigma, dan paradigma
filsafat adalah paradigma membangun. Dalam perkuliahan filsafat ini pula
digunakan paradigma membangun, to construct, sehingga tidak ada istilah
memberi, sehingga pada perkuliahan filsafat ini diharapkan mahasiswa dapat
memperoleh ilmu dan mau mencari ilmu filsafat mereka sendiri dengan bimbingan
dari Bapak Prof. Dr. Marsigit M.A. melalui tulisan-tulisan dalam blog https://powermathematics.blogspot.com.
Selain itu mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi manusia yang mandiri
dan menjadi diri sendiri.
Filsafat merupakan ikhtiarnya manusia. Berdasarkan
filsafat, semua ilmu masih tersamar, tertutup bayang-bayang sehingga kita harus
berjuang untuk dapat membukanya. Sehingga dalam mencari imu dibutuhkan
semangat/power dari dalam diri sendiri. Segala sesuatu yang ada pada hidup ini
harus dijalani dengan ikhlas. Tidak hanya ikhlas hati, tapi juga diperlukan
ikhlas pikiran. Ikhlas pikir disini berarti paham. Karena sesungguhnya
berfilsafat itu menaikkan dimensi hidup, dimensi setiap orang terus meningkat
dari sisi waktu, hanya ruangnya saja yang bisa tetap. Ketika seseorang
mengetahui dan memahami sesuatu hal yang baru, maka disitulah dimensinya
meningkat.
Pada pertemuan pertama perkuliahan filsafat ini Bapak
Prof. Dr. Marsigit M.A. menyampaikan bahwa tujuan dari perkuliahan filsafat ini
adalah untuk membuat semua mahasiswanya bingung. Syarat berfilsafat adalah
bingung. Bingung disini adalah bingung pikiran, sebenar-benar bingung pikiran
adalah ilmu, bingung dalam pikiran merupakan tanda bahwa seseorang sedang
belajar atau mencari ilmu. Dalam hal bingung ini ada kebingungan yang tidak
boleh dirasakan, yaitu bingung dalam hati. Seseorang dikatakan sudah
profesional apabila sudah tidak mengalami bingung pikiran dan bingung hati.
kebingungan itulah yang akan memunculkan pertanyaan. Di mana pertanyaan adalah
tanda kacaunya pikiran, dalam fisafat orang yang paling tidak tahu/tidak bisa merupakan
derajat paling tinggi oleh karena itu jika tujuan pembelajaran
pelajaran-pelajaran eksak seperti Matematika, fisika dan lain sebagainya
membuat yang tadinya tidak tahu menjadi
tahu, namun dengan filsafat membuat mahasiswa yang tadinya tahu menjadi tidak
tahu. Ini menjelaskan kepada kita bahwa dengan perkuliahan filsafat akan membuat
kita lebih memahami diri kita dan lingkungan yang kita tinggali sekarang.
Inti dari perkuliahan ini adalah mandiri, dan menjadi
diri sendiri. Intinya dalam hidup kita hanya perlu menikmati prosesnya, jalani
yang kamu pikirkan, pikirkan yang kamu jalani, dan semuanya dirangkai dalam
doa. Dalam mempelajari filsafat awal-tengah-akhir semuanya harus dalam doa. Semakin
banyak membaca harus semakin banyak beristighfar karena filsafat adalah olah
pikir dan olah hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar