Sabtu, 14 Oktober 2017

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu pertemuan ke-1

PENGANTAR/PERKENALAN

Berikut merupakan refleksi perkuliahan pertama mata kuliah Filsafat Ilmu yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A. Selasa, 5 September 2017 pukul 15.30 – 17.10 bertempat di gedung pascasarjana baru lantai 6 (I.02.06.1.06).
Pada pertemuan pertama ini acaranya adalah perkenalan, baik untuk saling mengenal satu dengan yang lain maupun untuk mengenali filsafat secara umum. Perkuliahan diawali dengan membaca Al-Fatihah agar ilmu yang dipelajari dapat mudah dipahami dan bermanfaat. Berbicara mengenai filsafat, filsafat merupakan ilmu yang kajiannya sangat luas dan dalam. Filsafat mempunyai landasan, landasan filsafat adalah paradigma, dan paradigma filsafat adalah paradigma membangun. Dalam perkuliahan filsafat ini pula digunakan paradigma membangun, to construct, sehingga tidak ada istilah memberi, sehingga pada perkuliahan filsafat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan mau mencari ilmu filsafat mereka sendiri dengan bimbingan dari Bapak Prof. Dr. Marsigit M.A. melalui tulisan-tulisan dalam blog https://powermathematics.blogspot.com. Selain itu mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi manusia yang mandiri dan menjadi diri sendiri.
Filsafat merupakan ikhtiarnya manusia. Berdasarkan filsafat, semua ilmu masih tersamar, tertutup bayang-bayang sehingga kita harus berjuang untuk dapat membukanya. Sehingga dalam mencari imu dibutuhkan semangat/power dari dalam diri sendiri. Segala sesuatu yang ada pada hidup ini harus dijalani dengan ikhlas. Tidak hanya ikhlas hati, tapi juga diperlukan ikhlas pikiran. Ikhlas pikir disini berarti paham. Karena sesungguhnya berfilsafat itu menaikkan dimensi hidup, dimensi setiap orang terus meningkat dari sisi waktu, hanya ruangnya saja yang bisa tetap. Ketika seseorang mengetahui dan memahami sesuatu hal yang baru, maka disitulah dimensinya meningkat.
Pada pertemuan pertama perkuliahan filsafat ini Bapak Prof. Dr. Marsigit M.A. menyampaikan bahwa tujuan dari perkuliahan filsafat ini adalah untuk membuat semua mahasiswanya bingung. Syarat berfilsafat adalah bingung. Bingung disini adalah bingung pikiran, sebenar-benar bingung pikiran adalah ilmu, bingung dalam pikiran merupakan tanda bahwa seseorang sedang belajar atau mencari ilmu. Dalam hal bingung ini ada kebingungan yang tidak boleh dirasakan, yaitu bingung dalam hati. Seseorang dikatakan sudah profesional apabila sudah tidak mengalami bingung pikiran dan bingung hati. kebingungan itulah yang akan memunculkan pertanyaan. Di mana pertanyaan adalah tanda kacaunya pikiran, dalam fisafat orang yang paling tidak tahu/tidak bisa merupakan derajat paling tinggi oleh karena itu jika tujuan pembelajaran pelajaran-pelajaran eksak seperti Matematika, fisika dan lain sebagainya membuat  yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, namun dengan filsafat membuat mahasiswa yang tadinya tahu menjadi tidak tahu. Ini menjelaskan kepada kita bahwa dengan perkuliahan filsafat akan membuat kita lebih memahami diri kita dan lingkungan yang kita tinggali sekarang.
Inti dari perkuliahan ini adalah mandiri, dan menjadi diri sendiri. Intinya dalam hidup kita hanya perlu menikmati prosesnya, jalani yang kamu pikirkan, pikirkan yang kamu jalani, dan semuanya dirangkai dalam doa. Dalam mempelajari filsafat awal-tengah-akhir semuanya harus dalam doa. Semakin banyak membaca harus semakin banyak beristighfar karena filsafat adalah olah pikir dan olah hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar